Meta Tutup Studio Game, Fokus Kembangkan AI dan Wearable

Meta Platforms, perusahaan induk Facebook, mengambil langkah besar dengan fokus investasi pada AI dan perangkat wearable. Restrukturisasi ini menandai perubahan…
1 Min Read 0 6

Meta Platforms, perusahaan induk Facebook, mengambil langkah besar dengan fokus investasi pada AI dan perangkat wearable. Restrukturisasi ini menandai perubahan strategi dari VR dan game tradisional ke teknologi yang lebih menjanjikan, termasuk AI di smartphone dan smart glasses. Keputusan ini menegaskan bahwa Meta ingin memimpin di bidang teknologi canggih, bukan hanya mengandalkan ekosistem game VR yang selama ini mereka kembangkan.

Penutupan Studio Game: Dampak Langsung ke Tim Internal

Dalam restrukturisasi besar ini, Meta menutup beberapa studio game internal yang sudah lama dikenal di komunitas VR:

  • Twisted Pixel Games — dikenal lewat Marvel’s Deadpool VR dan seri klasik Splosion Man.
  • Sanzaru Games — pengembang Asgard’s Wrath dan Asgard’s Wrath 2, serta beberapa port game franchise lain.
  • Armature Studio — pernah menangani Resident Evil 4 VR dan berbagai port game populer.

Penutupan studio ini menyebabkan banyak tim berhenti beroperasi sepenuhnya, dan sejumlah besar karyawan terkena PHK. Langkah ini menunjukkan bahwa Meta lebih memilih memfokuskan tenaga kerja pada proyek AI dan wearable daripada melanjutkan investasi di game VR.

baca juga : Presale Kripto Populer: Tren Pepenode, Maxi Doge, dan Snorter 2025

Dampak PHK dan Skala Restrukturisasi

Laporan media menyebut bahwa lebih dari 1.000 karyawan atau sekitar 10% divisi Reality Labs terkena pemutusan hubungan kerja. PHK ini termasuk insinyur, desainer, dan pengembang yang sebelumnya bekerja di perangkat keras dan konten VR. Restrukturisasi ini menjadi salah satu gelombang terbesar dalam sejarah Meta, menunjukkan bahwa perusahaan benar-benar menggeser prioritas dari metaverse dan gaming tradisional ke teknologi masa depan yang lebih menguntungkan.

Alasan di Balik Perubahan Strategi

Meta menegaskan bahwa investasi di ruang VR dan game tradisional tidak lagi menjadi fokus utama. Keputusan ini muncul karena divisi Reality Labs menghadapi kerugian finansial dalam beberapa tahun terakhir, meski investasi di metaverse sempat dianggap sebagai masa depan perusahaan. Sekarang, dana dan tenaga kerja dialihkan ke AI, smart glasses, dan teknologi wearable yang dinilai lebih memiliki potensi pertumbuhan jangka panjang.

Bagaimana AI dan Wearable Jadi Prioritas Baru

Dengan fokus baru ini, Meta berencana:

  1. Mengembangkan AI generatif dan kecerdasan buatan untuk berbagai produk, termasuk media sosial dan perangkat komunikasi.
  2. Mempercepat inovasi di smart glasses dan wearable yang mengintegrasikan AI untuk pengalaman pengguna lebih interaktif.
  3. Mengurangi risiko investasi di game VR tradisional yang hasilnya tidak sebanding dengan biaya pengembangan.

Langkah ini membuat Meta menekankan bahwa masa depan perusahaan ada di AI dan teknologi wearable, bukan hanya di platform metaverse atau game VR.

Dampak untuk Industri Gaming dan VR

Penutupan studio dan PHK di Meta memicu pertanyaan tentang masa depan game VR dan metaverse. Banyak pengembang dan penggemar VR merasa khawatir, karena beberapa proyek game unggulan terhenti. Namun, sebagian analis melihat fokus AI dan wearable sebagai langkah strategis, yang mungkin membuka peluang baru bagi teknologi VR yang terintegrasi dengan AI di masa depan.

Kesimpulan: Transformasi Meta Menuju Masa Depan Teknologi

Meta jelas menggeser arah fokus bisnisnya: dari studio game dan VR ke AI dan perangkat wearable. Penutupan Twisted Pixel, Sanzaru Games, dan Armature Studio menjadi tanda nyata perubahan ini. Meskipun PHK berdampak langsung pada ribuan karyawan, langkah ini menandakan prioritas baru perusahaan untuk memimpin inovasi AI global. Sekaligus meninggalkan area gaming tradisional yang kurang menguntungkan.

zslkfgzo

slotasiabettab4dsmscity8padi8slotslotasiabetasiabet88slotasiaslot88
borneo303 Slot Gacorhttps://library.upr.ac.id/